Sunday, March 14, 2010

80. ‘Abasa

80. ‘Abasa

[80]


The Prophet frowned and turned away when came to him a blind man interrupting him discussing with some leaders. What would make you know that he would purify himself. Or become reminded so that the reminder should profit him?

The blind man comes to you striving hard and with fear in his heart. You divert yourself and ignores him.


By no means should it be so!

For it is indeed a Message of instruction in the Book. So let him who pleases mind it.

The honored book exalted in dignity, kept pure and holy. Written by the hands of scribes. Honourable and Pious and Just.


Man is self-destroyed: how ungrateful!

Of what thing did He create him?

From a sperm-drop, He created man, and then He made him according to a measure. Then as for the way – He has made it easy for man. Then He causes him to die, then assigns to him a grave. Then, when it is His Will, He will raise him up again.

Nay; but he has not done what He bade him.


Then let man look at his food, and how We provide it: That We pour down the water, pouring it down in abundance. And We split the earth in fragments. Then We cause to grow therein the grain,

And Grapes and nutritious plants. And Olives and Dates. And thick gardens. And fruits and fodder,

For use and convenience to you and your cattle.


But when the deafening cry comes. That Day shall a man flee from his own brother. And from his mother and his father. And from his wife and his children.

Each one of them, that Day, will have enough concern of his own to make him indifferent to the others. Some faces that Day will be beaming bright. Laughing, rejoicing.


And other faces that Day will be dust-stained. Darkness shall cover them.

Such will be the Rejecters of Allah, the doers of iniquity, the wicked disbelievers.


The prophed, on the ocassion was paying attention to some

leaders persuading them to be Muslims, thus “ignoring” the

blind man seeking assistance on the teachings of Islam.


The blind man turned away by the prophet eventually became

a prayer caller (Muazim). The other Muazim was Bilal Al Robah.

The blind man, Umi Maktum, died in one of the wars against the Kafirs


aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa


80. ‘Abasa

[1] Ia memasamkan muka dan berpaling,

[2] Kerana ia didatangi orang buta.

[3] Dan apa jalannya engkau dapat mengetahui tujuannya, wahai Muhammad? Barangkali ia mahu membersihkan hatinya dengan pelajaran ugama yang didapatinya daripadamu!

[4] Ataupun ia mahu mendapat peringatan, supaya peringatan itu memberi manfaat kepadanya.

[5] Adapun orang yang merasa keadaannya telah cukup, tidak berhajat lagi (kepada ajaran Al-Quran),

[6] Maka engkau bersungguh-sungguh melayaninya.

[7] Padahal engkau tidak bersalah kalau ia tidak mahu membersihkan dirinya (dari keingkarannya).

[8] Adapun orang yang segera datang kepadamu,

[9] Dengan perasaan takutnya (melanggar perintah-perintah Allah),

[10] Maka engkau berlengah-lengah melayaninya.

[11] Janganlah melakukan lagi yang sedemikian itu! Sebenarnya ayat-ayat Al-Quran adalah pengajaran dan peringatan (yang mencukupi).

[12] Maka sesiapa yang mahukan kebaikan dirinya, dapatlah ia mengambil peringatan daripadanya.

[13] (Ayat-ayat Suci itu tersimpan) dalam naskhah-naskhah yang dimuliakan,

[14] Yang tinggi darjatnya, lagi suci (dari segala gangguan), -

[15] (Terpelihara) di tangan malaikat-malaikat yang menyalinnya dari Lauh Mahfuz;

[16] (Malaikat-malaikat) yang mulia, lagi yang berbakti.

[17] Binasalah hendaknya manusia (yang ingkar) itu, betapa besar kekufurannya?

[18] (Tidakkah ia memikirkan) dari apakah ia diciptakan oleh Allah? -

[19] Dari air mani diciptakanNya, serta dilengkapkan keadaannya dengan persediaan untuk bertanggungjawab;

[20] Kemudian jalan (baik dan jahat), dimudahkan Tuhan kepadanya (untuk menimbang dan mengambil mana satu yang ia pilih);

[21] Kemudian dimatikannya, lalu diperintahkan supaya ia dikuburkan;

[22] Kemudian apabila Allah kehendaki dibangkitkannya (hidup semula).

[23] Janganlah hendaknya ia kufur ingkar lagi! Sebenarnya ia belum menunaikan apa yang diperintahkan kepadanya.

[24] (Kalaulah ia tidak memikirkan asal dan kesudahan dirinya), maka hendaklah manusia melihat kepada makanannya (bagaimana kami mentadbirkannya):

[25] Sesungguhnya kami telah mencurahkan hujan dengan curahan yang menakjubkan.

[26] Kemudian kami belah-belahkan bumi dengan belahan yang sesuai dengan tumbuh-tumbuhan, -

[27] Lalu Kami tumbuhkan pada bumi biji-bijian,

[28] Dan buah anggur serta sayur-sayuran,

[29] Dan Zaitun serta pohon-pohon kurma,

[30] Dan taman-taman yang menghijau subur,

[31] Dan berbagai buah-buahan serta bermacam-macam rumput, -

[32] Untuk kegunaan kamu dan binatang-binatang ternak kamu.

[33] Kemudian (ingatlah keadaan yang berlaku) apabila datang suara jeritan yang dahsyat,

[34] Pada hari seseorang itu lari dari saudaranya,

[35] Dan ibunya serta bapanya,

[36] Dan isterinya serta anak-anaknya; -

[37] Kerana tiap-tiap seorang dari mereka pada hari itu, ada perkara-perkara yang cukup untuk menjadikannya sibuk dengan hal dirinya sahaja.

[38] Muka (orang-orang yang beriman) pada hari itu berseri-seri,

[39] Tertawa, lagi bersuka ria;

[40] Dan muka (orang-orang yang ingkar) pada hari itu penuh berdebu,

[41] Diliputi oleh warna hitam legam dan gelap-gelita. -

[42] Mereka itu ialah orang-orang yang kafir, yang derhaka.


Tags: 'Abasa, Mekah

No comments:

My Blog List